HOLA!
As we know, di pasaran banyak banget pelembab yang mengandung krim pemutih. Kenapa begitu? karena 'cantik' di mata orang indonesia adalah dia yang berkulit putih, makanya produk yang punya klaim entah memutihkan atau mencerahkan, laku banget. Pagi ini gue mau bahas tentang pelembab yang punya kandungan krim pemutih, soalnya jarang banget gue baca artikel tentang topik ini. Bahkan ketika gue lagi bingung soal merek A, katanya dia pelembab tapi kok ada efek mencerahkan? maka dari itu, gue mau bahas di sini supaya yang belum tau jadi tau.
Kebanyakan pelembab di pasaran mengandung krim pemutih, jarang banget gue nemuin yang kandungannnya hanya melembabkan. Padahal kulit wanita indonesia adalah kuning langsat dan sawo matang. Kalau pelembab yang ada krim pemutihnya itu di pakai sama yang berkulit sawo matang jatohnya bukan mencerahkan, tapi malah abu abu. Gak percaya? silahkan buktiin sendiri.
Mirisnya lagi, jarang gue nemuin produk yang hanya melembabkan aja tanpa ada embel embel mencerahkan. Untuk yang punya kulit putih atau kuning langsat kayak gue sih fine fine aja, tapi buat yang kulitnya lebih gelap dari kita apa gak kasihan? pantes standar cantik adalah putih.
Memang gak semua pelembab bikin abu abu, tapi kebanyakan bikin abu abu untuk pemilik kulit sawo matang, apalagai sawo matang yang rada tan.
Rada tricky milih produk yang gak bikin kulit abu abu. Kalo warna kulit lo sawo matang, cari pelembab biasa, jangan yang ada klaim tone up. Boleh cari pelembab yang punya klaim mencerahkan, tapi gak usah yang ada klaim tone up, soalnya dia kasih efek mencerahkannya lumayan tinggi, bisa dua sampai tiga tingkat dari kulit kita.
Menurut kesoktauan gue sih ya, pelembab yang klaimnya mencerahkan sebetulnya di peruntukkan buat yang punya kulit kusam. Biar gak dekil, makanya ada klaim whitening. Selain itu, dia juga bisa menyamarkan warna kulit alias belang.
Untuk lo yang masih nganggap standar cantik itu yang berkulit putih, coba kita bahas. Logikanya adalah warna kulit kita aja bukan putih, tapi cokelat, mau di pakein apapun juga jadinya tetap cokelat. Misalnya wajah lo beneran jadi putih, tapi kan warna kulit lo yang lainnya tetap cokelat. Apa gak lucu?
Yaudah lah terima kenyataan aja, cantik gak harus berkulit putih. Gue nulis tentang pelembab yang ada klaim mencerahkannya biar lo gak salah pilih pelembab yang cocok dengan undertone lo.
Pelembab yang kayak gini emang ringan, tapi yang gue gak suka dia gampang luntur. Lunturnya bikin makeup dan pelembabnya itu sendiri luntur dan bikin putih putih. Gue gak ngerekomendasiin pelembab yang kayak gini kalo lo orangnya gampang keringetan kayak gue. Kalo lo nekat juga pakainya, mungkin pas luntur bisa jadi bahan olok-olokan orang di sekitar lo.
Makanya tadi gue udah bilang, rada tricky pakai pelembab yang mengandung krim pemutih. Gue berharap sih kedepannya ada brand yang ngeluarin pelembab tanpa krim pemutih, karena gak semua orang pingin kulitnya putih. Selain gue, banyak kok cewek cewek di luar sana yang pede sama warna kulitnya dan gak pingin punya kulit putih supaya memenuhi standar cantik.
Ada brand yang ngeluarin pelembab tanpa embel-embel, tapi gue rasa masih kurang. Walaupun kulit gue kusam tapi gue jarang pakai pelembab yang ada whiteningnya karena tadi, kalo keringetan bikin gue bete. Kalo aktivitas lo kebanyakan di dalam ruangan atau di tempat berac ya gak ada masalah. Tapi Indonesia panas, sis.
Kan sekarang lo udah tau nih tentang pelembab yang mengandung krim pemutih, coba di cek lagi produk yang lo pakai cocok atau enggak sama kondisi kulit lo dan terutama sama warna kulit. Gak usah sok putih! semisal bikin abu-abu ya cari produk lain yang gak bikin kulit lo abu-abu. Beruntungnya kalian yang gak ada problem sama produk pelembab yang di pakai.
Oh iya, kasih tau dong produk yang lagi lo pakai. Siapa tau sama kayak gue. Tulis, ya!
See you on the next week ...
